PT PLN (Persero) P3B Sumatera didapuk menjadi tuan rumah Rapat Evaluasi Indonesia Barat bulan Juni 2010. Acara yang berlangsung Kamis (3/6/2010), ini dipimpin langsung oleh Direktur Operasi Indonesia Barat (DIROP IB) PT PLN (Persero) , Moch. Harry Jaya Pahlawan dan dihadiri seluruh General Manager Unit Operasional dibawah Direktorat Indonesia Barat mulai dari GM Pembangkitan se-Sumatera, GM P3B Sumatera hingga GM Wilayah se-Sumatera plus GM Wilayah Kalimantan Barat.
Agenda utama rapat yang berlangsung di Aula Kantor Induk P3B Sumatera ini adalah membahas progress upaya untuk mencapai kondisi siaga (tidak padam) pada Juni 2010, terkait deklarasi PLN dalam Atlas Bebas Pemadaman Bergilir yang dipublikasikan di berbagai media Nasional. Rapat kali ini bertujuan untuk mengevaluasi pekerjaan-pekerjaan yang telah dan sedang dilaksanakan serta rencana ke depan agar dapat mencapai kawasan “Bebas Pemadaman Bergilir”. Sesuai dengan kesepakatan terdahulu, daerah yang masih padam hingga 1 Juni 2010 adalah Kijang dan Air Moelek, yang direncanakan selesai pada 15 Juni 2010.
Oleh karenanya, Harry Jaya dalam pengarahannya memberikan instruksi agar koordinasi antar GM dengan KADIV pada tingkat Pusat perlu ditingkatkan sehingga progress pekerjaan dapat dimonitor dengan jelas. Harry Jaya juga mengingatkan agar seluruh jajaran PLN di Direktorat Indonesia Barat mengamankan jalannya event akbar Piala Dunia tanggal 11 Juni hinga 11 Juli 2010 dengan kondisi siaga. “Hati-hati, selama 1 bulan tersebut ada tontonan Piala Dunia yang dilihat oleh jutaan pemirsa sehingga usahakan jangan ada pemadaman pada periode tersebut”, tegasnya.
Usai pengarahan dari Direktur Operasi Indonesia Barat, GM P3B Sumatera mendapat giliran memaparkan Kondisi Kelistrikan Sumatera Tahun 2010 dimana diperkirakan Subsistem Sumbagut untuk periode Juni 2010 tidak terjadi pemadaman, dengan cadangan tertinggi 212 MW, begitu juga halnya untuk periode Juli s.d. Desember 2010. Namun di bagian Subsistem Sumbagsel-teng untuk periode Juni 2010 diperkirakan masih terdapat pemadaman pada 3 & 4 Juni 2010 dengan pemadaman terbesar 68 MW dan cadangan terbesar 218 MW begitu juga halnya untuk periode Juli s.d. Desember 2010, cadangan tertinggi 277 MW, pemadaman terjadi pada awal Juli dengan pemadaman terbesar 84 MW, dikarenakan operasi PLTD Sewa Wilayah Riau dan PLTD Sewa Wilayah Sumbar mundur dari jadwal semula.
Adapun strategi operasi yang dilakukan untuk mengurangi defisit daya di sisi pembangkitan adalah mengoptimalkan pengaturan jadwal pemeliharaan pembangkit, sehingga tersedia cadangan yang cukup dan merata; mempersingkat durasi outage pemeliharaan dan perbaikan; meningkatkan pasokan energy primer; memperbaiki regulating DAM PLTA Musi sehingga pengoperasiannya dapat optimal serta memprioritaskan pengoperasian PLTA pada WBP dan menambah inflow waduk/danau pada musim kemarau menggunakan Teknik Meodifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan. Di sisi penyaluran strateginya adalah meningkatkan kesiapan dan keandalan sistem penyaluran; meningkatkan keberhasilan load shedding (UFLS, OLS, UVLS) dalam kondisi darurat; serta melaksanakan strategi load shedding yang lebih luas dan efektif.
Rapat juga diisi dengan pemaparan Kemajuan Program Revitalisasi Relokasi dan Sewa Pembangkit oleh GM Pembangkitan Sumatera Bagian Utara dan Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan yang disambung dengan Pemaparan Kemajuan Program Pembelian Excess Power, Relokasi Dan Sewa Pembangkit Serta Kemajuan Mengatasi Pemadaman di Daerah Krisis oleh GM PLN Wilayah. Acara kemudian ditutup dengan presentasi Sistem Penilaian Kinerja Unit PLN Tahun-Anggaran 2010 oleh PLN Pusat (Bpk. Supriyadi). Sebelum bubar, Dirop IB menyerahkan sejumlah SK Mutasi Jabatan di tngkat Manajemen Menengah kepada beberapa peserta rapat dengan pesan agar dapat mengemban tugas dengan baik di tempat kerja yang baru.
Usai melaksanakan Rapat seharian penuh, P3B Sumatera selaku tuan rumah membuat acara makan malam dan ramah tamah dengan seluruh peserta rapat untuk menambah rasa kekeluargaan dan keakraban. Semoga, semangat yang ditunjukkan para peserta dan hasil dari rapat kali ini dapat semakin meningkatkan pelayanan kelistrikan menjadi semakin baik dan andal.





